Category Archives: Tawheed


بسم الله الرّحمن الرّحيم

 بارك الله عليكم جميعا يا اخوة  في الله

            As I wrote in my other post A TRANQUIL SOUL, here I will show some verses that I listened from my phone when I woke up in the night, during these nights (03/09/2014 to 12/09/2014). Firstly, I memorized these verses, then I checked the surah on my phone, wrote them on OneNote app, and the last I rewrote on my blog.

Believe or not, here are the verses:

  • 11/09/2014 and 12/09/2014, Surah Al-Fajr verse 27-30.

“O you tranquil soul,(27) Return to your Lord, well-pleased and well-pleasing Him,(28) Enter then among My votaries,(29) Enter then My garden/ paradise.” (30)

  • 03/09/2014 at 01:50 am, Surah Al-Bayyinah verse 6-8.

“Surely the unbelievers among the people of the book and the idolaters, will abide in the fire of Hell. They are the worst of creatures.(6) But those who believe and do the right are surely the best of created beings, (7) Whose reward is with their Lord gardens of Eden with rivers flowing by, where they will abide for ever, Allah pleased with their service, they with obedience to Him. This (awaits) him who stands in awe of his Lord.” (8)

  • 04/09/2014 at 02:33 am, Surah Al-Baqoroh verse 255.

“Allah: There is no God but He, the living, eternal, self-subsisting, ever sustaining. Neither does somnolence affect Him nor sleep. To Him belongs all that is in the heavens and the earth: and who can intercede with Him axcept by His leave known to Him is all that is present before men and what is hidden (in time past and future) and not even a little of His knowledge can they grasp except what He will. His seat extends over heavens and the earth, and He tires not protecting them; He alone is all high and supreme.”(255)

  • 05/09/2014 at 04:21 am, Surah Yaseen verse 25-27.

“I believe in your Lord, so listen to me. (25) (But they stoned him to death). It was said to him: “Enter Paradise;” and he said: “If only my people knew”(26) How my Lord has forgiven me and made me one of those who are honored!” (27)

  • 06/09/2014 at 03:03 am, Surah Al-Insaan verse 21 and 22.

“On their bodies will be garments of the finest green silk and brocade, and they will be adorned with bracelets of silver; and their Lord will give them a purest draught to drink. (21) This truth is your recompense, and acceptance of your endeavours.” (22)


  • 07/09/2014 at 02:22 am, Surah Al-Mulk verse 25 and 26.

But they say: “When will this promise come to pass, if what you say is true?”(25) Say: Allah alone has knowledge. My duty is only to warn you clearly.”(26)

  • 12/09/2014 at 03:36 am, Surah Al-Muzzammil verse 20.

“Your Lord surely knows that you are occupied with your devotions for nearly two-thirds of the night, or half the night, or one-third of it, as do many others with you. Yet Allah prescribes the measure of night and day. He knows you can not calculate it, and so turns to you in benevolence. So, recite as much of the Qurán as you can easily. He knows some among you will be sick, and some will be traveling over the earth in search of the bounty of Allah, and some fighting in the way of Allah. So read as much from it as you can easily, and be firm in devotion, pay the zakat, and lend a goodly loan to Allah. And what you send for yourself of the good, you will find it with Allah better and greater in reward. So ask for Allah’s forgiveness. Indded Allah is forgiving and kind.”(20)

May Allah reward us and all moslems in this world from ummah of prophet Adam AS to ummah of prophet Muhammad SAW with jannah. Ameen, InshaÁllah.

*Please feel free to correct my post. I always love it. جزاكم الله خيرا


Ashadu an laa ilaaha illa Allah, wa ashadu anna muhammadan Rasulullah. Rodiitu billahi Robba, wa bil islami diina, wa bi muhammadin nabiyya wa rosuula.

Allah The Almighty is our Creator. The word [ lafadz ] Allah is from Himself. Allah named Him with Allah. Lafadz Allah can’t translated to another language, ie; God, Goddess, Jesus, or the other words. This word [ lafadz Allah ] was named Lafdzul Jalalah. Let’s see the verses below. These verses explain the word Allah.

Al Qasas verse 70 :

al qasas 70

Sahih International

And He is Allah ; there is no deity except Him. To Him is [due all] praise in the first [life] and the Hereafter. And His is the [final] decision, and to Him you will be returned.

Taha verse 14:

Taha verse 14

Sahih International

Indeed, I am Allah . There is no deity except Me, so worship Me and establish prayer for My remembrance.

An naml  verse 9:

an naml verse 9

Sahih International

O Moses, indeed it is I – Allah , the Exalted in Might, the Wise.


Allah only asks us to learn about this universe and all of things in it. Allah doesn’t ask us to learn his shape. Or we shouldn’t ask, where is Allah?, Can we see Allah? What is He likes? How big is He? Is Allah male or female? And the other stupid questions.It’s enough for us to believe Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Don’t be like ummah of Moses and the other worst ummah before us. And never be like Pharaoh, who admitted him as God. Na’udzubillah summa na’udzubillah min dzaalik. They didn’t believe Allah. They always asked “ where is Allah?, Show Him to us, then we’ll believe Him!”. We can see their arrogances in the verses below.

Al baqoroh verse 55:

al baqoroh 55

Sahih International

And [recall] when you said, “O Moses, we will never believe you until we see Allah outright”; so the thunderbolt took you while you were looking on.

In these verses, Allah explains about Pharaoh’s arrogance. Let’s see An-Nazi’at verse 21-25:

فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ

ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ

فَحَشَرَ فَنَادَىٰ

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ

Sahih International
But Pharaoh denied and disobeyed.( 21 )Then he turned his back, striving.(22)And he gathered [his people] and called out. (23) And said, “I am your most exalted lord.” (24) So Allah seized him in exemplary punishment for the last and the first [transgression]. (25)

Allah is the Name of The Lord , The Exalted. It is said that Allah is The Greatest Name of Allah, because it is referred to when describing Allah by the various attributes. It’s called  Asma’ul Husna.We can learn His beautiful names from this beautiful video:

Mengenalkan Allah Kepada Anak Sejak Usia Dini


Terlahir sebagai orang muslim, sungguh merupakan nikmat yang luar biasa. Nikmat iman dan islam tidak dapat disetarakan dengan materi. Inilah yang akan membawa kebahagiaan hakiki untuk seorang muslim saat kembali kepada Rabb-nya.

Hidayah datangnya dari Allah, seorang Nabi yang mulia pun tidak dapat memberikan hidayah kepada keluarga yang dicintainya. Hanya usaha yang dapat dilakukan oleh seseorang muslim, agar Allah senantiasa memberinya hidayah dan petunjuknya dalam hidup ini. Seseorang menjadi muslim/ mu’min ada kalanya setelah melewati berbagai ujian hidup dan peristiwa religius dalam hidupnya. Sungguh beruntunglah orang-orang yang mendapatkan hidayah dari Allah.

Tugas utama seseorang yang telah menjadi muslim adalah memelihara keimanan di dadanya dan keimanan keluarganya yang lain. Jika keluarganya belum muslim, berdo’alah semoga Allah memberikan hidayah kepada yang lainnya. Peliharah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.

Bagaimana dengan anak-anak kita yang masih berusia balita?, Perlukah orang tua menanamkan keimanan di dadanya?

Tentu saja, orang tua harus berusaha menanamkan keimanan kepada anak-anaknya. Lebih cepat, lebih baik. Kenalkan kepada mereka tentang Allah sebagai Pencipta Alam Semesta ini, dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah yang mulia. Yang perlu kita lakukan, beri penjelasan kepada mereka tentang Sang Pencipta dengan bahasa yang mudah mereka pahami. Apa saja kewajiban seorang muslim, lakukan secara bertahap dan konsisten. Yang terpenting adanya teladan dari orang tua, maka anak pun akan melihat dan meniru ibadah yang dilakukan oleh orang tuanya.

Pengenalan tentang Allah, Rasulullah dan Al-Qur’an bahkan dapat dilakukan saat anak masih janin dan tertanam kokoh di rahim. Setelah ditiupkan ruh atas janin, maka pembelajaran pertama tentang keimanan sudah bisa dimulai. Sapalah janin dengan kalimah-kalimah thoyibah, bacaan Al-Qur’an dan do’a – do’a yang dilantunkan penuh harap dan kekhusyuan.

Saat bayi telah lahir ke dunia, pendidikan Tauhid masih terus berlanjut. Ajaklah bayi kita untuk mendengar Tilawah Qur’an dari Sang ibunda dan ayahanda. Bayi sudah mampu mendengar, melihat, merasa. Alangkah indahnya, jika suara yang pertama kali didengarnya adalah kalimah-kalimah suci dan bacaan al-Qur’an yang mulia. Jauhkanlah ia dari musik-musik yang tidak patut dan merusak akidah. Ajaklah ia setiap kali orang tua hendak sholat, percayalah ia akan meniru apa-apa yang diajarkan dan diperlihatkan oleh orang tua.

Tatkala bayi mungil telah semakin tumbuh, fisik dan kemampuan motoriknya, pelan-pelan ia akan meniru ibadah apapun yang kita contohkan padanya. Seperti gerakan sholat, seorang anak akan mencerna itu sebagai gerakan-gerakan yang sangat menarik untuknya. Ibu-ibu yang sholat saat anak masih kecil, mungkin pernah mengalami peristiwa yang unik ketika sholat. Anak yang duduk tepat di tempat kita sujud, atau mungkin ia berdiri di depan kita mengikuti gerakan-gerakan sholat. Subhanallah, bersyukurlah kalau anak kita menyukai gerakan-gerakan sholat, karena seiring usianya nanti, maka pemahaman dan perbaikan gerakan sholat akan mudah diajarkan kepadanya, dengan syarat orang tua konsisten mendidiknya dalam Tauhid.

Selain sholat, untuk mengenalkan tentang Sang Penciptanya, mari kita ajarkan ia untuk meniru ayat demi ayat dari al-Qur’an suci. Lidahnya yang masih suci , in sha Allah akan mudah mengikuti bacaan ayat-ayat tersebut. Seperti yang dituturkan oleh seorang ibu kepada saya, ia bercerita anaknya sudah terbiasa sholat saat usia dua tahun, meskipun baru beberapa waktu saja. Itu adalah bekal untuk kehidupannya di masa usia baligh, saat pahala dan dosa sudah mengenai dirinya. Teman saya tadi juga bercerita, ketika usia anaknya 4 tahun, anaknya sudah hafal sebagian besar dari bacaan sholat dan hafal beberapa surat pendek. Subhanallah, saya jadi ingin tahu apa dan bagaimana ia mendidiknya.

Menurutnya, yang terpenting adalah uswah hasanah yang kontinyu dari orang tua. Jangan pernah merasa bosan untuk mendampinginya, mengajari dan mendidiknya tentang ketauhidan. Tauhid yang pertama kali diajarkannya. Mendidik anak menjadi sholeh/ sholehah bukanlah tidak ada hambatan. Ada kalanya anak merasa jenuh dengan rutinitas ibadah, itu adalah hal yang wajar, karena mereka mash kecil, belum paham apa hakikat dari ibadah itu. Ketika anak ngambek/ mogok tidak mau sholat dan malas mengaji, janganlah terus menerus dimarahi, karena sesunggunya kewajiban ibadah belum sampai kepada mereka. Di sinilah perlunya kesabaran diiringi do’a yang tulus agar diberi kemudahan dalam mendidik anak.

Manusia harus terus berusaha, berdo’a untuk kebaikan anak-anaknya. Di saat usianya semakin bertambah, orang tua bisa berdialog dengan anak, tentang alam, dan akhirnya dikaitkan kepada Yang Maha Pencipta. Anak pasti bertanya:

Siapa Allah? Di mana Allah? Seperti apa Allah? Bisakah kita melihatnya? Dan pertanyaan kritis lainnya.

Alhamdulillah, saya juga pernah menerima pertanyaan kritis tersebut, tapi saya berusaha tidak panik dan mengalihkan pembicaraan. Saya berusaha menjawabnya dengan tenang, saya jelaskan “ Allah adalah yang menciptakan seluruh makhluk dan alam semesta beserta isinya ini, Allah Maha Melihat namun tidak dapat kita lihat, Allah sangat dekat.

Seperti firman Allah dalam QS.Al-Baqoroh ayat 186.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Saya analogikan untuk ia,

( anak usia balita namun pemikirannya sudah siap menerima informasi yang lebih banyak ),

Saya :” Siapa yang membuat meja ini?”

Anak:” Orang”

Saya:” Meja dengan orang yang membuatnya sama gak bentuknya?” ( seraya tersenyum menatapnya )

Anak:” tentu tidak, meja kan kaya gini, kalau orang kan ada mata, tangan kaki dan anggota badan lain”.

Saya:”Kalau begitu, kira-kira Allah sama gak dengan kita yang diciptakannya?”

Anak:”Allah tidak sama dengan kita lah”.

Saya:”Bagus, Allah hanya minta kita untuk memikirkan alam ini, bukan memikirkan Allah, karena otak kita tidak akan mampu. Yuk kita belajar alam!”

Anak:”Ayo, tapi Allah melihat kita kan Bunda?”

Saya:” Allah Maha Melihat, sayang.”

Itulah dialog yang pernah saya lakukan dengan anak saya. Alhamdulillah, setelah itu dia tidak pernah bertanya di mana Allah dan seperti apa wujudnya, karena sudah tertanam di otaknya, bahwa yang harus dipikirkan adalah ciptaan Allah. Alhamdulillah, ia juga sudah menyatakan bahwa syaithan adalah musuhnya, yang harus dilawan.

Pendidikan Tauhid akan terus berlanjut, untuk memperkuat keimanan dan keyakinannya kepada Robbul ‘Alamiin. In sha Allah.

Kebenaran mutlak datangnya dari Allah Subhanahu Wata’ala.

  ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ  

Artinya: “Ya Tuhan, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan selamatkanlah kami dan siksa neraka:” (QS. Âli ‘Imrân: 16).

Sumber :
  • Al-Qur’an Online
  • Munsyipedia
  • Buku Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an, karangan Choiruddin Hadhiri SP.
  • Buku Tafsir Seper sepuluh dari Al-Qur’anul Karim

Amalan Sunnah

Allah berkata dalam hadits Qudsi, ” Dan hamba-Ku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil ( sunnah ), maka Aku akan mencintainya.”

Subhanallah, apa yang terjadi bila Allah sudah mencintai hamba-Nya?

” Jika dia meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku, niscaya akan Aku lindungi.”

Setelah kita memantapkan diri dalam taat melakukan kewajiban, perbanyaklah amalan sunnah. Tahajud, shaum sunnah, sedekah, menyayangi kedua orang tua dan memperhatikan mereka, memperbanyak berdo’a  di waktu dan tempat yang mustajab, dan segudang amalan sunnah lainnya.

Mintalah kepada Allah dengan khusyuk, maka Allah akan mengabulkan hajat kita. In sha Allah.


Rasulullah Sholallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban).
Iman adalah sebuah anugerah yang sungguh besar dari Allah. Sungguh beruntunglah orang-orang yang memiliki iman di dalam dadanya. Semoga kita kembali kepada Robb kita dengan membawa iman dan islam.
Walaupun iman kita kadangkala mengalami penurunan, jangan sampai tergadaikan oleh tipuan dunia, apalagi menjadi murtad. Na’udzubillah. Seorang hamba ( muslim) bisa menjadi lebih mulia dari malaikat jika kadar keimanannya sangat tinggi, pun demikian sebaliknya, ia akan jauh lebih hina dari binatang, saat iman terkikis terus setiap saat.
Allaahumma tsabbit quluubana ‘alaa diinika.