Posted in Family

Ujian Pertama Di Era Informasi

logo pln
Logo PLN

Untuk Sahabatku semua, semoga Anda selalu OK ya!..

Di postingan kali ini, ada sesuatu hal yang ingin saya share kepada Anda semua, tulisan ringan sih, jadi tidak perlu terlalu serius membacanya.

Ceritanya nih, kemarin ( tepatnya hari Kamis, 17 April 2014 ), terjadi pemadaman listrik yang sangat lama untuk wilayah Kabupaten Sukabumi. Mulai pukul 04.00 pagi sampai malam. Entah sampai jam berapa tepatnya listrik padam. Pokoknya, ketika saya terbangun , entah jam berapa pula, karena tidak sempat melihat jam, listrik sudah menyala. SUNGGUH TERLALU..!!.

Mungkin sahabat berpikir, eh listrik padam kan biasa? Ah, yang kejadian kemarin sungguh tidak biasa, maksudnya terlalu lama. He..he. Bagi teman-teman yang tidak mengalaminya mungkin tidak merasakan seperti apa sulitnya hidup di zaman canggih ( Gancang Kapanggih, kalau Bahasa Sundanya ), tanpa listrik seharian. Bukan pengen disetrum lah, tapi tanpa adanya aliran listrik, aktivitas para warga lumpuh. Semua barang elektronik kan hampir tidak berfungsi. Notebook milikku lowbat, HP tidak ada sinyal, tidak ada jaringan, apa yang dapat dillakukan dengan kedua barang tersebut. Persediaan air semakin menipis. Saya waktu itu berharap, semoga tidak lama listrik ini padamnya. Bisa..bisa nelongso kita.

sulit air
Warga yang kesulitan air

Sampai dzuhur, keluarga saya masih bisa mengatasi keterbatasan air, menjelang asyar , maghrib, keluarga saya juga para warga yang lain, sama-sama kehabisan air. Tempat pemandian umum yang biasanya sepi, hanya dipakai oleh beberapa warga saja, sore kemarin mendadak ramai. Betapa sulitnya mendapatkan air. Air seember pun, terasa mahaaalll, karena sangat susah mendapatkannya. Ya, untuk sementara, gadget yang kesemuanya bergantung nyawanya kepada sang listrik dibiarkan tergeletak begitu saja. Boleh dibilang, notebook saya sedang mati suri, dan HP sebentar lagi pingsan. Padahal pagi kemarin, saya berniat untuk membuka webuser seorang teman untuk membantunya melakukan transaksi pembayaran tagihan. Euleuh….euleuh, boro-boro mau koneksi internet, kan tidak ada jaringan, eh bukan,,,,kan netbooknya lagi mati suri. He..he.

gadget
gadget dan alat-alat komunikasi

Stress gak sih?, lumayan lah menurut saya. Tidak adanya listrik, berdampak ke aktivitas para warga yang tidak berjalan normal. Saya melihat, para warga hanya berkerumun, ngobrol  di sekitar komplek. Apalagi yang dapat dilakukan?. Mau mengambil air ke sumur komplek, semua kan antri, sabar…sabar. Beneran loh, kalau tidak sabar, situasi seperti kemarin, dapat memicu emosi seseorang. Tensi kan sedang naik. Orang dapat dengan mudah marah. Padahal, tetanggaku ada yang bekerja di PLN. menurut info yang saya dapatkan, listrik akan menyala kembali keesokan harinya. Ya..Allah, tak ada listrik dari pagi sampai maghrib saja semua sudah kelimpungan begini, tidak bisa mandi, dan main-main air lagi ( maksudnya; mencuci perabot, mencuci pakaian, dan kebutuhan lainnya ).

Saya sempat berfikir, dulu….duluuuu banget, saat masih kecil sampai usia 9 tahun lah, saya pernah mengalami hidup di masa kegelapan (tidak ada listrik ), tapi semua berjalan normal. Memasak cukup dengan kompor minyak dan tungku, untuk mandi , biasanya kami ke pancuran atau membuat sumur yang masih ditimba, dan masih bisa mandi. Barang-barang elektronik, seperti TV bisa pakai aki ( bukan kakek-kakek), he..he, radio masih bisa nyala menggunakan batere. Untuk penerangan rumah , cukup dengan lampu minyak atau petromak. Semua kehidupan berjalan normal. Kebetulan saat itu, saya belum tahu wujudnya HP, notebook dan yang lain-lainnya. Lugu sekali memang. LISTRIK PADAM….NO PROBLEM, kan memang masa kegelapan. listrik belum menyapa desa kami.

Beberapa tahun kemudian, ketika listrik sudah merata masuk ke wilayah kami, maka ketiadaan listrik sehari semalam saja, wooow gitu loh susahnya.Apalagi di era informasi ini. Nih, ujian , cobaan pertama untuk manusia modern. TAK ADA LISTRIK, TIDAK SERU. Untuk membuat manusia modern kelimpungan, cukup padamkan saja listrik beberapa saat lamanya, gak perlu sampai seminggu deh, sehari semalam, atau dua hari dua malam, ihh jangan deh ya, satu jam saja lah, jangan berhari-hari, saya kan jadi gak bisa jualan pulsa, kalau tidak ada jaringan, melas banget ya??

Alhamdulillah, syukur yang tidak terhingga, akhirnya malam ini, listrik kembali hadir, sehingga saya dapat menulis postingan ini. Oh iya, air di bak sudah penuh, berarti besok pagi saya , keluarga saya, dan semua warga bisa mandi dengan normal. Intinya , kalau lagi banyak air, jangan boros. Yang lainnya sih, kayaknya dan memang seharusnya , kita harus banyak belajar SABAR, sabar mengantri, sabar tidak ada sinyal, dan lain-lain. Nih, baru ujian ( cobaan ) pertama. Mampukah kita untuk menghadapi cobaan ke dua?? Entah apa. Semoga semua baik-baik saja.

 

Advertisements

Author:

I'm a teacher in Islamic Elementary School. Hand lettering is my new hobby, but I like it so much. Here, I wanna master it n all the genre of my writing.

Please share your minds with me! Thank you!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s